Lewati ke konten
Baby Mo
emosiRentang usia: 112 tahun

Saat Anak Melihat Orang Tua Bertengkar

Tidak ada rumah tangga tanpa selisih. Yang membentuk anak bukan ketiadaan konflik, tapi bagaimana konflik diselesaikan dan diperbaiki di depan mereka.

Tanda yang muncul

Langkah praktis

  1. 1

    Sadari: anak merekam nada suara dan wajah jauh sebelum mengerti kata-kata. Turunkan suara, bukan menaikkannya.

  2. 2

    Kalau sudah terlanjur bertengkar di depan anak — jangan pura-pura tidak terjadi apa-apa. Anak tahu.

  3. 3

    Lakukan 'perbaikan' di depan anak: saling minta maaf, berpelukan, atau bicara baik-baik. Anak yang melihat orang tua berdamai belajar bahwa konflik bisa diselesaikan dengan kasih.

  4. 4

    Yakinkan anak: "Ayah dan Bunda tadi beda pendapat, tapi kami tetap saling sayang, dan kami sangat sayang kamu. Ini bukan salahmu."

  5. 5

    Hindari menjadikan anak sebagai penengah, kurir pesan, atau tempat mengadu tentang pasangan.

  6. 6

    Jadikan rumah tempat aman: Rasulullah ﷺ adalah suami paling lembut di rumahnya, dan tidak pernah membentak keluarga.

Perspektif islami

Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku" (HR. Tirmidzi). Rumah dalam Islam adalah tempat ketenangan (sakinah). Anak yang tumbuh menyaksikan orang tua menyelesaikan selisih dengan adab — bukan dengan teriakan atau diam berhari-hari — belajar model pernikahan yang sehat yang akan ia bawa kelak.

Kalau hanya satu kalimat

Yang membekas pada anak bukan bahwa orang tuanya pernah bertengkar — tapi apakah mereka melihat orang tuanya berbaikan.

Doa yang dianjurkan

Hadith pendukung