Draf cerita untuk buku Baby Mo
Hujan, Pelangi, dan Doa Baby Mo
Hujan deras turun dan Baby Mo tidak bisa main di luar. Tapi Umi mengajarinya sebuah doa — dan langit memberi kejutan.
Langit tiba-tiba gelap. Awan abu-abu berkumpul di atas rumah Baby Mo.
Tik. Tik. Tik-tik-tik! Hujan turun. Baby Mo berlari masuk ke rumah.
Ia menempelkan hidungnya ke jendela. "Umi, hujannya deras sekali! Aku nggak bisa main di luar."
Umi duduk di sampingnya. "Kalau hujan turun, itu waktu yang baik untuk berdoa, Mo."
Umi mengajarinya doa: "Allahumma shayyiban nafi'an" — Ya Allah, jadikan hujan ini hujan yang bermanfaat.
Rasulullah ﷺ jika melihat hujan berdoa: "Allahumma shayyiban nafi'an." (HR. Bukhari 1032)
Baby Mo mengulanginya pelan-pelan: "Allahumma… shayyiban… nafi'an." Lalu sekali lagi, lebih lancar!
"Umi, bermanfaat itu apa?" tanya Baby Mo. "Coba lihat ke luar," kata Umi. "Siapa yang senang dengan hujan?"
Pohon-pohon minum. Bunga-bunga mandi. Daun-daun berkilau seperti baru dicuci.
Katak bernyanyi, "Kroak! Kroak!" Siput keluar dari rumahnya, pelan-pelan sekali.
Lalu hujannya berhenti. Matahari mengintip. Baby Mo memakai sepatu bot kuning dan berlari keluar!
Ciprat! Ciprat! Baby Mo melompat ke genangan air — hati-hati, pelan-pelan, supaya tidak terpeleset.
Lalu Baby Mo melihat ke langit… dan terdiam. "Umi… lihat!"
Sebuah pelangi melengkung di langit: merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu.
"Allah memberi kita hujan untuk pohon, bunga, katak… lalu memberi kita pelangi!" kata Baby Mo. "Hujannya bermanfaat!"
Baby Mo dan katak kecil memandangi pelangi bersama sampai warnanya pelan-pelan menghilang.
Sejak hari itu, setiap hujan turun, Baby Mo yang pertama berdoa: "Allahumma shayyiban nafi'an!" Siapa yang senang saat hujan turun? 🌈

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐
Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.
📖 Cerita berikutnya: Baby Mo Mencuci Mobil Abi →Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips
Terkait cerita ini
Doa
Doa Ketika Hujan Turun
Baca ceritanya →