Lewati ke konten
Baby Mo
Syaban · Ramadan · Puasa · Ibadah musiman

Bulan Sya'ban: Menyiapkan Hati (dan Anak) Menuju Ramadan

Ditulis oleh Tim Baby Mo7 menit baca

Sya'ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, tepat sebelum Ramadan. Bulan ini sering "terlewat" karena berada di antara dua bulan istimewa: Rajab dan Ramadan. Padahal, Rasulullah ﷺ justru paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya'ban.

Kenapa Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di Sya'ban

Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ kenapa beliau banyak berpuasa di Sya'ban. Beliau menjawab bahwa Sya'ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia (karena di antara Rajab dan Ramadan), padahal di bulan ini amal-amal diangkat kepada Allah — dan beliau senang amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa. (HR. Nasa'i)

Cara memanfaatkan Sya'ban bersama anak

Tentang Nisfu Sya'ban

Malam pertengahan Sya'ban (Nisfu Sya'ban) memang disebut dalam beberapa hadits sebagai malam yang Allah memberikan ampunan luas kepada hamba-hamba-Nya. Namun para ulama berbeda pendapat tentang amalan khusus malam itu. Pendekatan yang aman: perbanyak doa dan istighfar seperti malam-malam lainnya, tanpa ritual khusus yang tidak ada tuntunannya. Yang disepakati: perbanyak amal di sepanjang Sya'ban, bukan hanya satu malam.

Penutup

Kalau Rajab menanam dan Ramadan memanen, maka Sya'ban adalah bulan menyirami — bulan kerja yang tenang yang membuat panen Ramadan jadi melimpah. Anak yang memasuki Ramadan dengan tubuh dan kebiasaan yang sudah disiapkan di Sya'ban akan menjalani Ramadan jauh lebih ringan dan gembira.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa Rasulullah ﷺ banyak berpuasa di bulan Sya'ban?+
Saat Usamah bin Zaid bertanya, Rasulullah ﷺ menjawab bahwa Sya'ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia (karena berada di antara Rajab dan Ramadan), padahal di bulan ini amal-amal diangkat kepada Allah — dan beliau senang amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa (HR. Nasa'i).
Bagaimana memanfaatkan Sya'ban bersama anak?+
Empat hal: latihan puasa setengah hari untuk anak 7+ agar terbiasa sebelum Ramadan; beres-beres rumah dan hati (rapikan mainan, saling memaafkan); mulai jadwal mengaji supaya rutinitas sudah jalan saat Ramadan; dan bagi yang baligh, lunasi utang puasa Ramadan lalu selagi sempat.
Apa hukum amalan khusus malam Nisfu Sya'ban?+
Malam pertengahan Sya'ban disebut dalam beberapa hadits sebagai malam ampunan yang luas, namun para ulama berbeda pendapat tentang amalan khusus malam itu. Pendekatan yang aman: perbanyak doa dan istighfar sebagaimana malam-malam lain, tanpa ritual khusus yang tidak berdalil kuat.