Tahun ini, hari Asyura jatuh pada sekitar tanggal 25 Juni 2026 (tepatnya 10 Muharram 1448 H). Ini adalah salah satu puasa sunnah paling istimewa dalam Islam — dianjurkan kuat, mengampuni dosa setahun yang lalu, dan punya sejarah yang anak-anak akan suka mendengarnya.
Sejarah Asyura: Nabi Musa dan Bani Israil
Saat Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Beliau bertanya kenapa. Mereka menjawab: "Ini hari Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari Firaun. Musa berpuasa sebagai syukur."
Rasulullah ﷺ berkata: "Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian" — dan beliau pun berpuasa, dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa juga. (HR. Bukhari 2004, Muslim 1130)
Ini cerita yang anak-anak akan tertarik. Tentang Musa, Firaun, laut yang terbelah, perjuangan, kemudian syukur kepada Allah.
Hukum puasa Asyura
- Sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) untuk semua muslim dewasa yang mampu.
- Mengampuni dosa setahun yang lalu (HR. Muslim 1162) — dosa-dosa kecil, dengan syarat menjauhi dosa besar.
- Anjuran tambahan: puasa juga pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) — agar berbeda dengan praktik Yahudi yang hanya 10.
- Atau: puasa 10 dan 11 Muharram. Atau ketiganya: 9, 10, 11.
Hukum puasa untuk anak
Anak belum baligh tidak diwajibkan puasa apapun — termasuk Ramadan, apalagi Asyura. Tapi dilatih sejak usia 5–7 tahun adalah sunnah. Sahabat-sahabat di Madinah membiasakan anak-anak mereka berpuasa Asyura dengan memberikan mainan dari bulu domba — saat anak lapar, mereka bermain.
Pelajaran: latih, jangan paksa. Beri pengalaman, bukan beban.
Cara mengajarkan, per usia
Usia 3–5: cukup mengamati
Sahur bersama, walau anak tidak puasa. Bicarakan: "Hari ini Mama puasa. Namanya puasa Asyura, hari ke-10 bulan Muharram." Saat ibu/ayah berbuka, anak ikut menyaksikan. Itu sudah cukup.
Usia 6–8: setengah hari, jika tertarik
Kalau anak penasaran, ajak coba puasa setengah hari — dari sahur sampai dzuhur. Sediakan aktivitas yang membuat lupa lapar (buku, jalan pagi). Buka di waktu dzuhur dengan makanan favorit. Bahkan setengah hari penuh sudah pengalaman besar.
Detail: Puasa Pertama Anak.
Usia 9+: puasa penuh, jika sudah biasa
Anak yang sudah biasa puasa Ramadan setengah hari atau lebih, bisa diajak puasa Asyura penuh. Tapi pertimbangkan: apakah dia sekolah hari itu? Apakah aktivitas fisiknya berat? Sesuaikan.
Cerita sebagai pembuka
Beberapa hari sebelum 10 Muharram, ceritakan kisah Musa dan Firaun ke anak — sebagai pembukaan emosional. Ketika hari Asyura tiba, anak sudah punya konteks emosional kenapa hari ini istimewa.
Lebih dalam: Cara Bercerita Kisah Nabi.
Yang harus dihindari
- Jangan paksa puasa penuh anak yang belum siap. Trauma puasa di usia 6 bisa membuat anak menolak puasa di usia 16.
- Jangan janjikan imbalan materi. "Kalau kamu puasa penuh, Mama belikan mainan." Itu mengajarkan transaksi, bukan ibadah.
- Jangan campur dengan budaya non-Islam. Asyura punya makna sendiri yang lengkap — tidak perlu pinjam dari Ashura kultural Syiah atau perayaan lain.
Yang harus dibiasakan
- Sahur bersama, walau hanya 1–2 anggota keluarga yang puasa.
- Buka bersama, dengan kurma + air, seperti Ramadan.
- Doa berbuka tetap dibaca anak yang baru coba puasa setengah hari. Lihat Doa Berbuka Puasa.
- Refleksi: "Bagaimana rasanya? Mau dicoba lagi tahun depan?"
Penutup
Asyura adalah salah satu hari yang Rasulullah ﷺ paling jaga setelah Ramadan. Mengenalkannya ke anak adalah menanam benih hubungan dengan ibadah yang akan tumbuh seumur hidupnya.
Tidak perlu sempurna tahun ini. Cukup mulai. Tahun depan lebih baik dari tahun ini.