Lewati ke konten
Baby Mo
parenting · akhlak · tarbiyah

Kamu Tak Perlu Jadi Orang Tua Sempurna — Cukup yang Mau Memperbaiki

Ditulis oleh Salman Alfa5 menit baca

Banyak orang tua diam-diam memikul beban yang tak mungkin: menjadi sempurna. Tidak boleh marah, tidak boleh salah, tidak boleh kehilangan kesabaran. Lalu ketika — sebagaimana semua manusia — kita gagal, kita dihantui rasa bersalah.

Tapi anak tidak butuh orang tua yang sempurna. Anak butuh orang tua yang mau memperbaiki.

Yang anak ingat bukan kesalahannya

Suatu sore mungkin kita meninggikan suara lebih dari yang kita mau. Wajah anak berubah. Dada kita sesak. Di titik itu, yang akan paling membekas pada anak bukanlah suara tinggi tadi — melainkan apa yang terjadi setelahnya.

Kalau kita berlutut sejajar dengan matanya dan berkata, "Maaf ya, tadi Abi terlalu keras. Abi sedang lelah, tapi itu bukan salahmu," — anak belajar sesuatu yang berharga: bahwa cinta tidak hilang karena satu kesalahan, dan bahwa orang yang ia hormati pun meminta maaf.

Memperbaiki adalah sunnah, bukan kelemahan

Kita sering mengira meminta maaf kepada anak akan menjatuhkan wibawa. Justru sebaliknya. Manusia paling mulia, Rasulullah ﷺ, beristighfar — memohon ampun — puluhan kali setiap hari, padahal beliau ma'shum.

"Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. Bukhari)

Kalau manusia terbaik pun tak berhenti memperbaiki diri, maka mengakui kekeliruan di depan anak bukanlah aib. Itu justru pelajaran tobat yang paling hidup yang bisa kita berikan — bukan lewat ceramah, tapi lewat teladan.

Anak yang dimaafkan, belajar memaafkan

Ada lingkaran kecil yang indah di sini. Anak yang sering mendengar orang tuanya berkata "maaf" tumbuh menjadi anak yang ringan berkata "maaf". Anak yang kesalahannya disambut dengan tenang, bukan amarah, tumbuh menjadi anak yang jujur — karena ia tahu mengaku itu aman.

Rumah yang sehat bukan rumah tanpa keretakan. Rumah yang sehat adalah rumah yang tahu cara memperbaiki keretakannya.

Malam ini

Kalau hari ini ada momen yang ingin kita ulang dengan lebih baik, tidak terlambat. Sebelum anak tidur, satu kalimat sederhana sudah cukup: "Maaf ya, sayang." Kita tidak sedang menjatuhkan diri. Kita sedang mengajarkan, dengan tubuh kita sendiri, bagaimana seorang mukmin kembali.

Bacaan terkait: Doa Ketika Marah · Saat Orang Tua Marah.