Isra Mi'raj adalah dua peristiwa luar biasa yang terjadi dalam satu malam, sekitar setahun sebelum hijrah Rasulullah ﷺ ke Madinah. Diperingati pada 27 Rajab. Ini salah satu kisah paling menakjubkan untuk diceritakan kepada anak — penuh mukjizat, dan berakhir dengan hadiah terbesar: sholat.
Dua bagian perjalanan
Isra — perjalanan mendatar
Pada suatu malam, Rasulullah ﷺ diberangkatkan oleh Allah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis (Yerusalem), dengan kendaraan istimewa bernama Buraq — secepat kilat. Di sana beliau mengimami para nabi terdahulu dalam sholat.
Mi'raj — perjalanan naik
Dari Baitul Maqdis, Rasulullah ﷺ dinaikkan ke langit, melewati langit demi langit, bertemu para nabi: Adam, Isa, Yahya, Yusuf, Idris, Harun, Musa, hingga Ibrahim. Beliau sampai ke Sidratul Muntaha — batas yang tidak pernah dicapai makhluk mana pun.
Hadiah terbesar: perintah sholat
Di puncak perjalanan, Allah memberikan perintah sholat — mulanya 50 kali sehari. Saat turun, Nabi Musa menyarankan Rasulullah ﷺ kembali memohon keringanan kepada Allah. Beliau bolak-balik memohon, hingga akhirnya menjadi 5 kali sehari — tetapi pahalanya senilai 50. Inilah asal-usul sholat lima waktu yang kita kerjakan hari ini.
Pelajaran besar untuk anak: sholat adalah hadiah, bukan beban. Hadiah ini begitu istimewa sampai-sampai perintahnya diberikan langsung di langit, bukan melalui perantara seperti perintah lain.
Cara menceritakan kepada anak
- Usia 3–5: Fokus pada keajaibannya — Buraq yang super cepat, naik ke langit, bertemu para nabi. Anak suka petualangan.
- Usia 6–8: Tekankan bahwa dari perjalanan ini turun perintah sholat. "Sholat itu oleh-oleh Rasulullah dari langit untuk kita."
- Usia 9+: Diskusikan makna iman terhadap hal gaib — Abu Bakar langsung percaya saat orang lain ragu, sehingga digelari "Ash-Shiddiq" (yang membenarkan).
Penutup
Isra Mi'raj mengubah cara kita memandang sholat. Lima kali sehari kita berdiri menghadap Allah — itu bukan rutinitas kosong, tapi hadiah yang Rasulullah ﷺ bawa langsung dari perjalanan paling mulia dalam sejarah. Ceritakan ini ke anak, dan sholat lima waktu akan terasa berbeda di hati mereka.