Lewati ke konten
Baby Mo
parenting · keluarga · kasih-sayang

Hal-Hal Kecil yang Akan Anak Ingat

Ditulis oleh Salman Alfa4 menit baca

Kalau kita bertanya kepada orang dewasa, "apa kenangan terindahmu bersama orang tua waktu kecil?", jawabannya hampir tidak pernah liburan mahal atau hadiah besar. Hampir selalu sesuatu yang kecil: bau masakan ibu di pagi hari, ayah yang menunggu di depan pintu, sebuah lagu yang dinyanyikan menjelang tidur.

Ini kabar yang melegakan bagi orang tua yang lelah dan tidak punya banyak uang: hal-hal yang paling diingat anak justru yang paling sederhana.

Anak mengukur cinta dengan kehadiran

Bagi anak kecil, cinta tidak diukur dengan nominal. Ia diukur dengan kehadiran. Lima menit kita duduk di lantai, ikut menyusun balok tanpa memegang ponsel, terasa lebih panjang di hati anak daripada satu jam di tempat bermain mahal sambil kita sibuk.

Rasulullah ﷺ memberi kita teladan yang menakjubkan dalam hal-hal kecil ini. Beliau memanjangkan sujud karena cucunya naik ke punggungnya. Beliau menjawab salam anak-anak. Beliau bercanda dengan mereka. Hal-hal yang dunia anggap "tidak penting" justru beliau muliakan.

"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang kecil di antara kami." (HR. Tirmidzi)

Daftar yang tak butuh biaya

Tanpa menjadikannya perintah, ini sekadar pengingat tentang hal-hal kecil yang akan tinggal lama di hati anak: menyebut namanya dengan lembut saat membangunkannya; menatap matanya saat ia bercerita hal yang menurut kita sepele; tertawa atas leluconnya yang tidak lucu; mendoakannya dengan suara pelan saat ia hampir tidur; berkata "Abi/Umi senang jadi orang tuamu".

Tidak satu pun dari itu butuh uang. Semuanya butuh sesuatu yang lebih langka: perhatian yang utuh.

Yang sebenarnya kita bangun

Setiap momen kecil yang hangat adalah satu batu bata. Anak tidak akan ingat batu batanya satu per satu. Tapi suatu hari ia akan berdiri di dalam bangunan itu — rasa bahwa ia dicintai, layak, dan aman — tanpa tahu persis kapan bangunan itu didirikan.

Itu didirikan pada hari-hari biasa yang kita kira tidak istimewa.

Hari ini

Pilih satu momen kecil hari ini dan hadir sepenuhnya di dalamnya — tanpa ponsel, tanpa terburu. Mungkin itulah momen yang, dua puluh tahun lagi, anak ceritakan sebagai kenangan terindahnya.

Bacaan terkait: Bonding dengan Anak · Hadis: Bermain Bersama Anak.