Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah satu-satunya hari di mana Rasulullah ﷺ bersabda bahwa amal saleh padanya lebih dicintai Allah daripada hari-hari lain — bahkan melebihi jihad, kecuali seseorang yang berjihad dengan harta dan dirinya dan tidak kembali (HR. Bukhari 969).
Untuk keluarga muslim dengan anak kecil, ini bukan soal mengikuti semua amalan dewasa. Ini soal mengenalkan — menanam memori bahwa hari-hari ini istimewa, bahwa Idul Adha berbeda dari Idul Fitri, bahwa kurban punya cerita yang dimulai dari Nabi Ibrahim.
Berikut panduan hari-per-hari yang bisa kamu adaptasi sesuai usia anak.
Hari 1–3: Bangun suasana
Tiga hari pertama adalah masa "warming up". Anak belum perlu puasa, belum perlu pemahaman fiqih yang dalam. Yang dibutuhkan adalah suasana.
- Ceritakan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail — versi yang sesuai usia. Untuk balita: "Nabi Ibrahim sangat cinta Allah, lebih dari segalanya." Untuk anak 5–7: kisah ujian dan kurban, dengan penekanan pada cinta ayah-anak yang utuh.
- Dekorasi rumah ringan — kertas berbentuk bulan sabit, lampu hangat, sajadah baru. Anak menyerap suasana sebelum kata-kata.
- Mulai biasakan takbir setelah sholat — sunnah-nya dari subuh hari Arafah, tapi mengenalkan sekarang membentuk kebiasaan.
Hari 4–6: Latihan puasa pendek
Anak 5 tahun ke atas yang penasaran bisa diajak mencoba puasa setengah hari — dari sahur sampai dzuhur. Bukan kewajiban, bukan ujian. Latihan.
- Bangunkan sahur dengan makanan yang anak suka — bukan paksaan.
- Sediakan aktivitas yang membuat lupa lapar — buku, jalan pagi, bermain di taman.
- Saat berbuka, beri makanan favorit. "Finish line" harus terasa istimewa.
Detail lebih lengkap di panduan parenting kami: Puasa Pertama Anak.
Hari 7–8: Puasa Tarwiyah (opsional)
Tanggal 8 Dzulhijjah adalah puasa Tarwiyah — dianjurkan untuk dewasa. Anak yang sudah terbiasa puasa Ramadan setengah hari bisa diajak. Yang penting, jangan sampai pengalaman ini meninggalkan trauma.
Hari 9: Puasa Arafah — momen paling istimewa
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) menggugurkan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim 1162). Untuk dewasa, ini puasa paling utama setelah Ramadan.
Untuk anak, hari ini bisa diisi dengan:
- Bangun bareng untuk sahur meski anak tidak ikut puasa — momen kekeluargaan.
- Tonton tayangan jamaah haji wukuf di Arafah — beri tahu bahwa jutaan muslim sedang berdoa di tempat yang sama.
- Ajak berdoa bersama setelah Ashar — waktu yang paling mustajab di Arafah. Doa singkat, dipegang tangannya, untuk anak dan untuk keluarga.
- Buka puasa bersama di rumah — bukan di restoran. Sederhana, hangat, penuh syukur.
Hari 10: Idul Adha
Pagi hari raya: mandi, pakai baju terbaik, sholat Id di lapangan atau masjid. Bawa anak — bahkan yang masih balita. Mereka mungkin tidak khusyuk, tapi mereka melihat.
Setelah sholat:
- Kunjungi tempat kurban — sesuai usia. Anak di bawah 5 tahun mungkin terlalu kecil untuk menyaksikan proses penyembelihan; tidak apa-apa, mereka bisa ikut bagian distribusi daging.
- Jelaskan dengan lembut bahwa hewan ini diperlakukan dengan adil dan kasih sayang, dan dagingnya dibagikan kepada yang membutuhkan.
- Ajak ikut membagikan — anak yang menyerahkan satu kantong daging ke tetangga belajar makna berbagi lebih dari ribuan kata.
Hari 11–13: Tasyriq
Hari raya belum selesai. Tiga hari setelah Idul Adha disebut hari Tasyriq — dilarang puasa, dianjurkan makan, minum, dan berdzikir. Untuk anak, ini hari-hari piknik kecil bareng keluarga besar.
Catatan terakhir untuk orang tua
Sepuluh hari ini bukan tentang anak hafal segalanya. Bukan tentang puasa penuh. Bukan tentang doa yang panjang.
Ini tentang satu kenangan yang utuh — bau makanan sahur, suara takbir di mobil, tangan ayah memegang tangan anak saat sholat Id, daging kurban yang diserahkan ke tetangga.
Tahun depan, anak mungkin lupa apa yang kamu ajarkan. Tapi memori bahwa hari-hari ini istimewa akan tinggal lama setelah kamu tidak lagi ada untuk mengingatkan.
Itulah investasi yang Rasulullah ﷺ sebut sebagai anak shalih yang mendoakan orang tuanya — pahala yang terus mengalir.
Selamat menyambut Idul Adha. Semoga Allah menerima amal kita dan keluarga kita.